• Aiki Almanak

    June 2017
    M T W T F S S
    « Mar    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Aiki Video

  • Aiki Stats

    • 5,683
  • Aiki E-mail

    shirotora@rocketmail.com aikikai@rocketmail.com

Aikido

O'Sensei Morihei Ueshiba

O'Sensei Morihei Ueshiba dan teknik aikido

Aikido merupakan jalan bela diri yang berasal dari tradisi negara Jepang, dan memiliki keunikan tertentu yang membedakannya dari ilmu bela diri lain. Aikido, yang artinya jalan menuju keharmonisan energi, merupakan bela diri yang memiliki filosofi yang sangat dalam. Aikido merupakan dualitas tak terpisahkan antara teknik bela diri dan filosofi. Sebagai teknik bela diri, aikido merupakan suatu alat atau cara yang bertumpu pada unsur pembelaan diri yang efisien dan efektif. Sedangkan sebagai filosofi, akido merupakan suatu jalan hidup dengan cara yang damai dan penuh kasih dengan meningkatkan kesadaran terhadap dirinya sendiri dan alam semesta.

PENGERTIAN AKAR KATA AIKIDO

“Ai” dalam aikido menunjukkan bahwa secara filosofis inti aikido adalah keselarasan (harmoni) dan cinta kasih. Aikido adalah seni damai. Bagi praktisi aikido, seni damai ini tidak hanya termanifestasi dalam teknik bela dirinya, namun juga dalam eksistensinya sebagai makhluk alam semesta. Seseorang harus mencari keselarasan hidup, baik dengan dirinya, sesama manusia dan juga alam semesta secara keseluruhan. Tidak adanya pertentangan merupakan salah satu prinsip aikido. Jika tidak ada pertentangan seseorang telah menang sebelum mulai. Orang yang berpikiran jahat dan senang melawan telah kalah tanpa pertempuran. Seorang praktisi aikido tidak berpikiran jahat ketika diperlakukan tidak baik oleh orang lain, melainkan berterima kasih kepada semuanya karena memberikan kesempatan untuk melatih diri sendiri untuk menghadapi cobaan dan tantangan. Sesuai namanya yang memiliki akar kata “ki”, aikido juga merupakan pengolah energi (ki) dalam bela diri dan kehidupan sehari-hari praktisinya. Energi “ki” merupakan energi yang tidak tampak yang dimiliki setiap orang. Energi ini dimiliki baik pembela diri, penyerang maupun orang-orang lainnya. Melalui pengolahan energi yang baik, segenap potensi manusia dapat diaktualisasikan untuk meraih segala tujuan yang bersifat positif. “Do” dalam aikido menunjukkan bahwa aikido merupakan suatu jalan atau cara hidup yang harus dijalankan. Jalan bela diri (budo) menurut aikido adalah jalan untuk menghentikan semua perseteruan. Budo bukanlah jalan untuk mati, melainkan jalan untuk hidup, jalan untuk memelihara kehidupan dan keselarasan hidup. Bahkan dalam keadaan perang, nyawa yang melayang diusahakan sesedikit mungkin. Jiwa bela diri adalah kasih sayang. Dengan demikian bela diri akan berfungsi sebagai pengayom bukan perusak. Hal ini kemudian diterjemahkan oleh pendiri aikido Morihei Ueshiba secara nyata pada teknik bela diri yang dikembangkannya. Teknik aikido tidak dirancang untuk merusak penyerang, meskipun potensi untuk itu tetap besar.

TEKNIK AIKIDO

Aikido merupakan kesatuan beragam teknik yang menggunakan prinsip energi dan gerak untuk mengarahkan kembali, menetralisir dan mengontrol penyerang. Aikido merupakan teknik bela diri yang menggunakan faktor arah dan tenaga lawan untuk melakukan pembelaan diri dalam menjatuhkan penyerang. Tenaga lawan tidak ditentang, namun dialirkan atau dibalikkan kepada asalnya. Dengan kata lain, pembela diri melakukan harmonisasi terhadap energi serangan lawan. Teknik pembelaan diri seperti ini tidak terlalu menguras tenaga pembela diri, sehingga dapat dilakukan oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan dalam segala lapisan usia. Teknik aikido juga memiliki ciri lain yang unik. Gerakannya dinamik dan memiliki aliran yang tidak terputus. Gerakannya banyak memiliki teknik yang melingkar atau masuk ke daerah lemah lawan. Dengan bentuk tekniknya yang dinamik, aikido memungkinkan praktisinya selalu bergerak ketika melakukan eksekusi. Teknik aikido dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada praktisinya dalam mengakhiri konflik perkelahian secara bijaksana. Dalam skenario terbaiknya teknik aikido akan mengunci penyerang sehingga potensi serangnya lumpuh, namun penyerang tidak mendapatkan cedera yang serius. Pembela diri dan penyerang sama-sama dalam keadaan selamat. Visi praktisi aikido terumuskan dalam konsep “takemusu aiki“, atau hidup berani dan kreatif. Aikido merupakan teknik yang tak terbatas, spontan, cepat dan mengalir. Dengan demikian, meskipun masih dalam perdebatan, beberapa orang menyatakan bahwa aikido sesuai dalam menghadapi situasi dengan banyak penyerang. Pada tingkat terbaik, aikido diyakini dapat melindungi seseorang tanpa menyebabkan cedera serius, baik bagi penyerang maupun yang diserang. Jika dilakukan secara tepat, ukuran dan kekuatan tidak mempengaruhi efisiensi teknik. Teknik aikido banyak yang didasarkan dengan membuat penyerang kehilangan keseimbangan dan teknik kuncian pada persendian. Mempengaruhi keseimbangan lawan dengan cara masuk sering dikenal dengan istilah mengambil pusat lawan (hara). Teknik pertahanan aikido kebanyakan dilaksanakan dengan melakukan teknik lemparan (nage-waza) atau teknik kontrol (katame-waza), tergantung situasi. Teknik masuk (irimi) dan berputar (tenkan) merupakan konsep yang secara luas digunakan dalam aikido, seperti juga serangan (atemi) yang lebih banyak dilakukan sebagai pengacau konsentrasi daripada untuk menyakiti lawan. Walaupun serangan tidak terlalu dipelajari secara luas dalam aikido, teknik serangan yang tepat dan efektif tetap penting dipelajari. Serangan dalam latihan aikido meliputi berbagai teknik pukulan dan genggaman, seperti shomenuchi (pukulan vertikal ke kepala), yokomenuchi (pukulan memutar ke sisi kepala atau leher), munetsuki (pukulan lurus), ryotedori (genggaman dua tangan) atau katadori (genggaman pada bahu), dan lain-lain. Banyak dari serangan (uchi) merupakan pukulan yang diturunkan dari ilmu pedang atau alat lainnya. Tendangan juga terkadang dilakukan.   

osensei aikibuki

O'Sensei Morihei Ueshiba menghadapi beberapa penyerang sekaligus

Alat yang dipergunakan dalam latihan aikido biasanya terdii dari tongkat (jo), pedang kayu (bokken) dan pisau kayu (tanto). Teknik mengambil dan mempertahankan senjata juga diajarkan, agar dapat pemahaman aspek aikido yang menyeluruh dengan atau tanpa senjata. Contohnya, teknik yang dilakukan dengan pukulan tangan merupakan ilustrasi dari serangan dengan tanto atau jo, sedangkan teknik genggaman merupakan gambaran dari cara mencabut atau melakukan serangan dengan senjata yang digenggam. Banyak pusat pelatihan yang mengajarkan teknik bersenjata yang dikenal dengan istilah aiki-jo dan aiki-ken. Juga ada kata tunggal dengan jo, dan latihan berpasangan dengan jo dan bokken. Pada aliran aikido tertentu, latihan berpasangan dengan bokken dalam kata yang diturunkan dari aliran tua merupakan hal umum. Beberapa ahli aliran ini mengembangkan sendiri sistem beladiri senjata, seperti aikido dua pedang. Metode pelatihan antara tiap organisasi atau pusat pelatihan berbeda-beda satu sama lainnya, namun biasanya guru mempraktekkan teknik dan murid menirunya. Latihan dilakukan dengan teknik berpasangan namun bukan bertanding. Uke, penerima teknik, biasanya memulai dengan serangan melawan nage, yang menetralisir serangan dengan teknik aikido. Uke dan nage memiliki peran yang penting. Murid harus belajar dalam kedua posisi ini untuk mempelajari bagaimana bertahan dan menyerang dengan aman. Pergerakan, kewaspadaan, presisi dan ketepatan waktu merupakan hal yang penting dalam melakukan eksekusi teknik yang akan berkembang dari bentuk yang kasar menjadi lebih mengalir dan lebih adaptif dalam penerapannya. Terkadang, murid akan belajar jiyu-waza atau randori yang serangannya lebih tidak dapat diprediksikan. Beberapa aliran, mempelajari anti teknik (kaeshi-waza). 

%d bloggers like this: